Berita

Program Paket B, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Bekali Warga Binaan Pemahaman Dasar Aljabar

×

Program Paket B, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Bekali Warga Binaan Pemahaman Dasar Aljabar

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Porosmetro.com

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mempelajari dasar-dasar bentuk aljabar sederhana dalam pembelajaran Matematika Program Pendidikan Kesetaraan Paket B yang diikuti 18 peserta, Rabu (19/08/2026).

Pembelajaran berlangsung di Ruang Kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Cecep Sutrisna, petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan yang juga menjadi tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B sekaligus perpanjangan tangan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, menyampaikan materi menggunakan contoh-contoh sederhana agar warga binaan lebih mudah mengikuti pembelajaran.

Cecep mengawali materi dengan memperkenalkan bentuk aljabar dan unsur-unsur yang menyusunnya. Ia menjelaskan bahwa sebuah bentuk aljabar terdiri atas beberapa bagian yang memiliki fungsi berbeda, seperti suku, variabel, koefisien, dan konstanta. Penjelasan tersebut menjadi dasar bagi warga binaan untuk mengenali struktur bentuk aljabar.

Setelah memperoleh penjelasan, warga binaan mengamati beberapa bentuk aljabar yang diberikan. Mereka kemudian menentukan bagian yang termasuk variabel, koefisien, konstanta, serta mengidentifikasi suku dalam setiap bentuk yang disajikan.

Pembahasan dilanjutkan dengan mencermati jawaban peserta. Beberapa warga binaan menyampaikan hasil identifikasinya, sementara Cecep memberikan penjelasan tambahan terhadap bagian yang masih keliru. Diskusi tersebut membuat peserta dapat melihat perbedaan setiap unsur secara lebih jelas.

Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Cecep Sutrisna, mengatakan penyampaian materi dari konsep dasar penting dilakukan agar warga binaan memiliki fondasi sebelum mempelajari operasi aljabar.

“Materi bentuk aljabar kami mulai dari konsep yang paling dasar agar warga binaan memahami setiap unsurnya. Kalau sudah bisa membedakan suku, variabel, koefisien, dan konstanta, mereka akan lebih mudah mengikuti materi aljabar berikutnya,” ujar Cecep.

Salah satu warga binaan yang mengikuti pembelajaran, KR, mengatakan penggunaan contoh membuat materi lebih mudah dipahami.

“Awalnya saya masih bingung membedakan variabel, koefisien, dan konstanta. Setelah melihat contoh yang diberikan, saya jadi lebih mudah memahami perbedaan masing-masing,” ujar KR.

Pembelajaran ini tidak hanya memperkenalkan istilah dalam aljabar, tetapi juga melatih warga binaan membaca dan menguraikan bentuk matematika secara sistematis. Kemampuan tersebut menjadi dasar untuk memahami materi aljabar pada tahap berikutnya.

Program Pendidikan Kesetaraan Paket B terus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Melalui pembelajaran Matematika, peserta dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, ketelitian, serta cara menyelesaikan persoalan secara terstruktur.

Pengenalan bentuk aljabar menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kemampuan Matematika warga binaan. Dengan memahami fungsi setiap unsur dalam sebuah bentuk aljabar, peserta memiliki bekal untuk mengikuti pembelajaran yang lebih kompleks sekaligus terus mengembangkan pengetahuan melalui pendidikan. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *