Berita

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Bekali Warga Binaan Pemahaman Interaksi Sosial melalui Program Paket B

×

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Bekali Warga Binaan Pemahaman Interaksi Sosial melalui Program Paket B

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Porosmetro.com

Interaksi sosial menjadi materi yang dipelajari 18 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pendidikan Kesetaraan Paket B. Mereka mengenali pengertian serta berbagai bentuk interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat, Rabu (19/08/2026).

Pembelajaran berlangsung di Ruang Kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan bersama Muhammad Fajar, petugas Lapas sekaligus tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B yang bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan. Fajar menjelaskan interaksi sosial sebagai hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih yang saling memengaruhi.

Fajar kemudian menguraikan dua bentuk utama interaksi sosial, yaitu asosiatif dan disosiatif. Bentuk asosiatif meliputi kerja sama, akomodasi, dan asimilasi yang mengarah pada persatuan, sedangkan bentuk disosiatif mencakup kompetisi, kontravensi, dan konflik yang dapat menimbulkan pertentangan.

Untuk membantu peserta memahami perbedaannya, Fajar memberikan contoh sederhana dari situasi sosial. Warga binaan kemudian mengidentifikasi bentuk interaksi berdasarkan contoh yang diberikan serta menyampaikan alasan atas pilihan mereka.

Pembahasan berlangsung melalui tanya jawab. Peserta menyampaikan pemahamannya, sementara Fajar memberikan penjelasan tambahan terhadap konsep yang masih belum dipahami dengan tepat.

Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Fajar, mengatakan materi interaksi sosial penting untuk membantu warga binaan mengenali berbagai bentuk hubungan yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Kami mengenalkan interaksi sosial melalui contoh yang sederhana agar warga binaan lebih mudah membedakan bentuk asosiatif dan disosiatif. Dengan memahami perbedaannya, mereka dapat melihat bagaimana suatu hubungan dapat mengarah pada kerja sama maupun pertentangan,” ujar Fajar.

Salah satu warga binaan yang mengikuti pembelajaran, WY, mengaku lebih mudah memahami materi setelah mempelajari contoh dari masing-masing bentuk interaksi.

“Saya lebih mudah memahami setelah melihat contohnya. Sekarang saya bisa membedakan mana yang termasuk kerja sama, persaingan, dan konflik,” ujar WY.

Pembelajaran IPS ini membantu warga binaan memahami bahwa interaksi sosial memiliki bentuk dan dampak yang berbeda. Peserta juga belajar mengenali situasi sosial berdasarkan ciri-ciri yang telah dipelajari.

Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam menyikapi berbagai hubungan sosial secara lebih tepat, termasuk ketika berkomunikasi, bekerja sama, maupun menghadapi perbedaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan pengetahuan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pembinaan. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *