Karang Intan, Porosmetro.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan kreatif dan produktif. Salah satunya diwujudkan lewat pembuatan miniatur tugu berbahan dasar bambu yang dilaksanakan di area pembinaan kemandirian Lapas Narkotika Karang Intan, Sabtu (17/1).
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan dengan penuh ketelitian menyusun potongan bambu yang telah dipotong dan dibentuk sesuai desain. Setiap bagian dirangkai secara presisi hingga membentuk sebuah miniatur tugu yang kokoh dan bernilai estetika. Proses pengerjaan meliputi pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga tahap finishing berupa penghalusan dan pengecatan agar hasil karya tampak rapi dan menarik.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan mengasah keterampilan, kreativitas, serta etos kerja Warga Binaan.
“Melalui kegiatan pembuatan miniatur tugu dari bambu ini, kami ingin Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bernilai ekonomis dan dapat menjadi bekal setelah bebas nanti,” ujar Yugo.
Menurutnya, bahan bambu dipilih karena mudah didapat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai seni tinggi jika diolah dengan baik. Selain melatih keterampilan tangan, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap disiplin, kesabaran, dan kerja sama antar Warga Binaan.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Rahman, mengaku bangga dapat menghasilkan karya dari bahan sederhana.
“Awalnya kami tidak menyangka bambu bisa dijadikan miniatur tugu yang bagus. Prosesnya memang butuh ketelitian dan kesabaran, tapi hasilnya membuat kami puas dan lebih percaya diri,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan kemandirian seperti ini rutin dilaksanakan di Lapas Narkotika Karang Intan sebagai bagian dari upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. Melalui program ini, diharapkan mereka mampu memiliki keahlian yang bermanfaat, mandiri, dan siap berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat. (rhs)












