Karang Intan, Porosmetro.com –
Sebanyak 32 warga binaan mahasiswa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melanjutkan perjuangan akademiknya dengan mengikuti hari kedua Ujian Akhir Semester (UAS) Program Pendidikan Perkuliahan Strata 1 (S1). Di ruang belajar Lapas, mereka mengerjakan ujian dengan disiplin dan penuh kesungguhan sebagai wujud semangat menuntut ilmu serta komitmen mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik melalui Pendidikan, Senin (20/07/2026).
Pelaksanaan ujian merupakan bagian dari program kerja sama antara Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dengan Universitas PGRI Kalimantan dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada warga binaan. Melalui kolaborasi tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh kesempatan mengikuti perkuliahan secara terstruktur, tetapi juga membuktikan komitmennya dalam menyelesaikan setiap tahapan akademik, termasuk Ujian Akhir Semester. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Pada pelaksanaan hari kedua, para mahasiswa warga binaan mengikuti ujian mata kuliah Ekonomi Mikro, Matematika Bisnis, dan Komunikasi Bisnis. Seluruh peserta mengerjakan ujian dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab di bawah pengawasan serta pendampingan petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Taufik Hidayat, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Taufik Hidayat, petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu sarana penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
“Program pendidikan tinggi ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Melalui proses pembelajaran dan pelaksanaan Ujian Akhir Semester ini, kami berharap warga binaan memperoleh bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang dapat menjadi modal saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Semangat belajar juga tercermin dari antusiasme salah satu warga binaan berinisial HFZ. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi selama menjalani masa pidana menjadi pengalaman berharga yang memotivasi dirinya untuk terus berkembang.
“Kesempatan kuliah di dalam Lapas memberikan harapan baru bagi saya. Saya ingin memanfaatkan masa pembinaan untuk terus belajar dan menambah pengetahuan. Ujian hari ini menjadi tantangan sekaligus motivasi agar saya dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan memiliki bekal ketika kembali kepada keluarga maupun masyarakat,” ungkap HFZ.
Pelaksanaan hari kedua Ujian Akhir Semester ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tidak hanya berorientasi pada pembentukan sikap dan kedisiplinan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi. Melalui sinergi bersama Universitas PGRI Kalimantan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata, sehingga setiap warga binaan memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang semakin kuat. (nta).










