Karang Intan, Porosmetro.com –
Sebuah sejarah baru tercipta di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Selatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan resmi melaunching Program Pendidikan Perkuliahan Strata Satu (S1) bagi Warga Binaan, Rabu (04/03/2026), hasil kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan.
Peresmian program ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan bersama Wakil Bupati Kabupaten Banjar sebagai simbol resmi dimulainya Program Pendidikan S1 di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
Momentum bersejarah tersebut juga dirangkaikan dengan penyematan jas almamater dari Universitas PGRI Kalimantan kepada Warga Binaan yang mewakili mahasiswa S1. Penyematan ini menjadi simbol perubahan status dari Warga Binaan menjadi mahasiswa, sekaligus penanda dimulainya perjalanan akademik di balik tembok pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Kakanwil, Mulyadi, menegaskan bahwa program ini merupakan yang pertama di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
“Saya tegaskan bahwa program ini merupakan program pendidikan tinggi pertama di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Selatan. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Lapas Narkotika Karang Intan, tetapi juga menjadi tonggak sejarah pembinaan yang lebih progresif, humanis, dan berorientasi masa depan,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa program ini selaras dengan visi pembangunan nasional.
“Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Poin 4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Selain itu, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya Poin 11, yaitu pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Banjar, H. Said Idrus, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inovasi pembinaan tersebut.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Bisa berkuliah di dalam Lapas adalah peluang luar biasa. Mari kita ubah paradigma penjara sebagai tempat hukuman menjadi kampus tempat pengembangan diri,” pesannya penuh motivasi.
Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Dr. Alimuddin A. Djawad, M.Hum., turut memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa Warga Binaan.
“Mohon manfaatkan waktu kalian sebaik mungkin di sini. Kami berharap, mudah-mudahan dengan kegiatan mensarjanakan ini akan menjadi modal penting untuk reintegrasi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari transformasi pembinaan berbasis pendidikan tinggi.
“Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat. Pendidikan adalah jalan perubahan. Dari balik tembok ini, kami ingin lahir sarjana-sarjana yang siap bangkit dan berkontribusi positif,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa Warga Binaan, Riyan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Ini kesempatan kedua bagi saya. Saya ingin membuktikan bahwa kami bisa berubah. Saya ingin pulang nanti dengan gelar, dengan ilmu, dan dengan kebanggaan untuk keluarga,” tuturnya.
Launching Program S1 ini menjadi simbol kuat bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, melainkan tentang membangun masa depan. Penyematan jas almamater di balik jeruji menjadi penegas bahwa harapan tetap tumbuh, ilmu tetap menyala, dan kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang ingin berubah demi masyarakat dan bangsa. (ysf)












