Berita

Lapas Narkotika Karang Intan Teguhkan Pembinaan Humanis lewat Ceramah Agama Warga Binaan

×

Lapas Narkotika Karang Intan Teguhkan Pembinaan Humanis lewat Ceramah Agama Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Porosmetro.com

Suasana Masjid At Taubah Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terasa khidmat dan penuh ketenangan pada Kamis (29/1/2026). Puluhan warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan Pembinaan Kepribadian melalui Ceramah Agama, yang menjadi bagian penting dari upaya pembentukan karakter dan penguatan spiritual warga binaan.

Kegiatan ceramah agama tersebut diisi oleh Ustadz Pahrurraji dari Kementerian Agama Kabupaten Banjar, yang menyampaikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya keimanan, kesabaran, serta semangat memperbaiki diri sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

Para warga binaan terlihat menyimak dengan seksama, mencerminkan kerinduan akan ketenangan batin dan harapan akan perubahan positif.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Pahrurraji mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, selama ada niat dan usaha yang sungguh-sungguh.

Salah satu warga binaan, Ibad, mengungkapkan rasa syukur dan manfaat yang ia rasakan dari kegiatan tersebut.

“Ceramah ini menyentuh hati kami. Kami merasa diingatkan kembali untuk tidak putus asa dan terus memperbaiki diri. Kegiatan seperti ini memberi kami ketenangan dan semangat baru,” ujar Ibad warga binaan dengan penuh haru.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan merupakan pilar penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan spiritual mampu membentuk kesadaran, memperkuat mental, dan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri warga binaan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati dan membangun karakter. Ceramah agama ini diharapkan mampu menjadi cahaya bagi warga binaan untuk menata diri, serta mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” tegas Kalapas Yugo.

Diharapkan, kegiatan keagamaan seperti ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas, sebagai bukti bahwa lembaga pemasyarakatan hadir untuk membina, memulihkan, dan menyiapkan warga binaan menjadi insan yang lebih bermakna dan bertanggung jawab. (ysf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *