http://porosmetro.com | Lauran, Kepulauan Tanimbar – Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan kemiskinan, ketidakadilan, hingga mereka yang kehilangan harapan, umat Kristiani kembali diajak untuk menghidupi iman melalui tindakan nyata. Pesan itu disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan harian, Selasa (7/7/2026).
Berangkat dari bacaan Injil Matius 9:32–38, Pastor Pius mengajak umat merenungkan sikap Yesus yang tidak sekadar melihat penderitaan manusia, tetapi juga tergerak oleh belas kasih dan mengambil tindakan nyata untuk memulihkan kehidupan mereka.
“Melihat orang banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih.” (Matius 9:36)
Menurut Pastor Pius, belas kasih menjadi inti dari pelayanan Yesus. Ketika melihat orang-orang yang lelah dan terlantar akibat berbagai persoalan hidup, Yesus tidak tinggal diam. Ia hadir membawa penghiburan, menyembuhkan mereka yang sakit, membebaskan mereka yang terbelenggu, serta mengajarkan jalan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Belas Kasih yang Menggerakkan Tindakan
Dalam refleksinya, Pastor Pius menegaskan bahwa panggilan sebagai murid Kristus bukan hanya untuk memiliki rasa iba, tetapi juga berani bertindak demi menghadirkan harapan bagi sesama.
Ia mengingatkan bahwa di sekitar kehidupan sehari-hari masih banyak orang yang mengalami “kebisuan” bukan karena tidak mampu berbicara, melainkan karena suara mereka dibungkam oleh ketidakadilan, tekanan, dan berbagai bentuk intimidasi.
“Banyak orang ‘bisu’ di sekitar kita. Mereka terluka karena praktik ketidakadilan. Hak berbicara untuk menyampaikan kebenaran, keadilan, dan kepentingan sesama dibungkam. Mereka yang berbuat baik diintimidasi dan dibunuh karakternya,” ungkap Pastor Pius.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa penderitaan manusia tidak selalu tampak dalam bentuk penyakit fisik. Luka batin, ketidakadilan sosial, hingga hilangnya keberanian menyuarakan kebenaran merupakan realitas yang membutuhkan kehadiran orang-orang yang berani menjadi pembawa damai.
Menjadi Perpanjangan Tangan Tuhan
Pastor Pius menekankan bahwa setiap orang dipanggil menjadi perpanjangan tangan Tuhan di tengah masyarakat.
Kehadiran umat beriman diharapkan mampu menghadirkan kasih, penghiburan, sekaligus keberanian untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Ia mengajak umat agar tidak takut menghadapi berbagai tantangan hidup selama tetap berjalan bersama Kristus.
“Jangan takut, bersama Yesus, kita bergerak memperbaiki kondisi hidup sesama.
Berdoalah agar Tuhan menghadirkan orang-orang baik dalam hidup bersama. Dirimu salah satunya,” pesan Pastor Pius.
Iman yang Hidup dalam Kepedulian
Renungan ini menjadi pengingat bahwa iman Kristiani menemukan maknanya ketika diwujudkan melalui kepedulian kepada mereka yang lemah, tersingkir, dan kehilangan harapan. Belas kasih bukan sekadar perasaan, melainkan keberanian untuk hadir, mendengar, dan bertindak demi menghadirkan keadilan serta kasih Allah di tengah kehidupan.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak setiap pribadi untuk tidak menjadi penonton atas penderitaan sesama, melainkan menjadi pribadi yang berani melihat, tergerak hati, dan mengambil langkah nyata sebagai wujud kasih yang menghidupkan.
“Ketika belas kasih menggerakkan hati, iman tidak lagi berhenti pada kata-kata, melainkan menjadi tindakan yang membawa harapan bagi sesama.”(jk)












