http://porosmetro.com | Saumlaki – Menyongsong pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui program pelatihan kompetensi berstandar migas yang dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penerbitan sertifikat, tetapi dirancang melalui tahapan pembinaan, sertifikasi, hingga pemagangan agar peserta memiliki peluang nyata memasuki dunia industri migas.
Koordinator PT Bangkit Prestasi Insani, Ariston Duarmas, saat ditemui media di Kantor BPI, Jalan dr. Budiono, Saumlaki, Selasa (7/7/2026), mengatakan proses rekrutmen dilaksanakan secara terbuka sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghasilkan tenaga kerja profesional yang benar-benar siap bersaing di sektor migas.
“Terkait data peserta yang kami dapatkan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berjumlah 3.717 peserta. Namun tidak semena-mena kami mengakomodasi data itu. Sebagai bentuk transparansi, kami juga membuka pelayanan umum bagi masyarakat yang ingin mendaftar. Di sinilah bukti transparansi yang kami lakukan,” ujar Ariston.
Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan, bukan karena faktor lain.
Ariston menjelaskan, pelatihan yang disiapkan bukan sekadar memberikan sertifikat kompetensi, melainkan merupakan proses pembentukan tenaga kerja profesional melalui sekitar 10 tahapan, mulai dari seleksi administrasi, pembinaan karakter bersama Mako Brimob Saumlaki, pemeriksaan kesehatan (medical check-up), pelatihan kompetensi sesuai minat dan bakat, pelatihan keselamatan kerja (safety), administrasi dan asuransi, hingga program pemagangan di perusahaan mitra sebelum memasuki dunia kerja.
“Setelah pembinaan mental selesai, peserta mengikuti medical check-up. Jika dinyatakan sehat, mereka masuk ke pelatihan sesuai minat dan bakat. Ada kurang lebih 50 bidang pelatihan. Setelah itu dilanjutkan pelatihan kompetensi standar migas, safety, administrasi, pemagangan di perusahaan mitra, hingga akhirnya masuk ke dunia industri kerja,” jelasnya.
Ia menegaskan, tidak seluruh peserta yang mendaftar akan dinyatakan lulus karena setiap tahapan menjadi bagian dari proses seleksi berkelanjutan.
“Yang menentukan adalah kompetensi masing-masing peserta. Jadi pasti ada yang berhasil dan ada yang gugur. Kami hanya mengeluarkan sertifikat kepada peserta yang benar-benar memiliki komitmen, disiplin, konsisten, dan mampu mengikuti seluruh proses pelatihan,” tegas Ariston.
Prioritaskan Putra-Putri Daerah
Dalam pelaksanaannya, BPI menempatkan putra-putri daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai prioritas utama mengingat Blok Masela berada di wilayah tersebut.
“Karena Blok Masela berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, maka prioritas penerapan tenaga kerja adalah putra-putri daerah Tanimbar sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh data peserta yang telah diverifikasi nantinya akan dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi proses seleksi.
Ariston juga mengimbau seluruh peserta agar bersabar menunggu tahapan berikutnya setelah penutupan pendaftaran pada 8 Juli 2026, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi seluruh proses pelatihan yang akan berlangsung.
Peluang Kerja Menjadi Harapan Masyarakat
Program pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Tanimbar yang berharap pengembangan Blok Masela mampu membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Salah seorang calon peserta, Victor Soukota (28), lulusan S1 Akuntansi, mengaku optimistis mengikuti pelatihan meski berasal dari disiplin ilmu yang berbeda.
“Tuntutan kehidupan membuat seseorang harus lebih fleksibel. Orang tidak hanya bekerja sesuai jurusannya. Selama ada peluang yang bisa dimasuki, kita harus siap belajar dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.
Victor berharap perusahaan migas nantinya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri daerah, baik lulusan perguruan tinggi maupun SMA dan SMK.
Hal senada disampaikan Johan Suruklusy (28), peserta berlatar belakang teknik, yang menilai pelatihan tersebut sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat Tanimbar.
“Komitmen saya bekerja dengan sungguh-sungguh karena ini peluang terbaik bagi putra-putri daerah Tanimbar. Ini momentum pertama hadirnya Blok Masela di Tanimbar,” katanya.
Sementara itu, Hendri Suruklusy (23), lulusan SMA jurusan IPA asal Saumlaki, memilih bidang keamanan (security) karena melihat peluang besar untuk meningkatkan keterampilan kerja.
“Saya memang hanya lulusan SMA, tetapi saya yakin bisa bersaing. Saya memilih bidang security supaya memiliki pengalaman dan keterampilan yang nantinya bisa digunakan untuk bekerja. Kalau diterima, saya siap menjadi tenaga keamanan,” ungkap Hendri.
Ia juga berharap ke depan masa pendaftaran dapat diperpanjang agar masyarakat Tanimbar yang masih merantau memiliki kesempatan mengikuti program tersebut.
Siapkan SDM Profesional Menuju Industri Migas
Sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri migas, PT Bangkit Prestasi Insani bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyiapkan sekitar 50 bidang kompetensi vokasional, di antaranya operator LNG, scaffolding inspector, rigger inspector, piping inspector, safety officer, electrical, mekanik, welding inspector, logistic, operator pelabuhan, chemical handling, cleaning service, first aid, confined space entry, hingga berbagai kompetensi operasi dan pemeliharaan industri migas lainnya.
Melalui program tersebut, BPI berharap putra-putri Tanimbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai tenaga kerja profesional yang memiliki kompetensi, disiplin, serta daya saing tinggi untuk mengisi kebutuhan industri migas, khususnya pada pengembangan Blok Masela di masa mendatang.(rls:jk)












