Uncategorized

Pastor Pius Heljanan, MSC: Hati Tuhan Terpikat pada Orang yang Mengandalkan-Nya

×

Pastor Pius Heljanan, MSC: Hati Tuhan Terpikat pada Orang yang Mengandalkan-Nya

Sebarkan artikel ini

www.porosmetro.com⁠ | Lauran, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis, 16 Juli 2026 – Di tengah kehidupan modern yang kerap mengukur keberhasilan dari kekayaan, jabatan, dan kemampuan pribadi, umat beriman diajak untuk kembali merenungkan nilai sejati yang diajarkan Yesus Kristus, yakni kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah. Bagi Tuhan, hati yang sederhana dan berserah memiliki nilai yang jauh lebih berharga dibandingkan kebanggaan atas pencapaian duniawi.

Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dalam renungan yang bersumber dari Injil Matius 11:25–27. “Kasih-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.”

Ungkapan doa syukur Yesus kepada Bapa tersebut menjadi dasar permenungan bahwa Allah berkenan menyatakan kasih dan hikmat-Nya kepada mereka yang hidup dengan hati yang rendah, tulus, dan selalu mengandalkan penyelenggaraan Tuhan.

Orang Kecil” yang Dikasihi Tuhan
Menurut Pastor Pius Heljanan, sebutan “orang kecil” bukanlah ukuran berdasarkan status sosial, pendidikan, maupun kondisi ekonomi seseorang. Sebaliknya, istilah itu menggambarkan pribadi yang membangun hidup dalam kerendahan hati, menyadari keterbatasannya, dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup kepada Tuhan.

Mereka adalah orang-orang yang mampu memelihara rasa syukur atas setiap berkat yang diterima, tanpa memandang besar ataupun kecilnya anugerah tersebut.

“Orang kecil adalah mereka yang dalam hidupnya membangun sikap rendah hati, bersandar penuh pada anugerah Allah. Mereka selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, sekecil apa pun itu,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.

Pergumulan Bukan Alasan Menyalahkan Tuhan
Dalam renungannya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari berbagai tantangan, penderitaan, maupun keterbatasan.

Namun, orang yang sungguh mengandalkan Tuhan tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk mempersalahkan Allah ataupun menuduh sesama sebagai penyebab penderitaannya.

Sebaliknya, setiap pergumulan dipandang sebagai kesempatan untuk semakin mengenal kehendak Tuhan dan belajar mempercayakan hidup kepada penyelenggaraan-Nya.

“Dalam keterbatasan segi kehidupan tidak mempersalahkan Tuhan dan tidak menuduh sesama sebagai penyebab atas apa yang dialami. Dalam pergumulan, mereka memiliki kepekaan hati untuk mengerti rencana dan rancangan Tuhan dalam hidupnya,” tuturnya.

Sikap demikian menunjukkan kedewasaan iman, yakni kemampuan melihat setiap pengalaman hidup sebagai bagian dari proses pembentukan yang diizinkan Tuhan demi kebaikan umat-Nya.

Kesombongan Menjadi Jebakan Kehidupan
Pastor Pius menegaskan bahwa kasih Tuhan kepada orang kecil bukan berarti Allah mengesampingkan mereka yang memiliki kecerdasan, kekayaan, maupun kedudukan sosial yang tinggi. Yang menjadi perhatian Tuhan adalah kondisi hati setiap manusia.

Menurutnya, Tuhan menghendaki agar setiap orang tidak terjebak dalam kesombongan yang membuat manusia merasa mampu menjalani kehidupan tanpa pertolongan Allah maupun dukungan sesama.

“Hati Tuhan terpikat pada orang kecil, tidak berarti mengabaikan orang pintar, status sosial tinggi, orang kaya, dan lain-lain. Tuhan menghendaki agar kita tidak sombong, dan jangan jatuh dalam jebakan merasa diri hebat dan tidak memerlukan Tuhan dan sesama dalam hidup,” tegas Pastor Pius.

Mengandalkan Tuhan sebagai Jalan Kehidupan
Renungan yang disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati seorang beriman tidak terletak pada apa yang dimilikinya, melainkan pada kesediaannya untuk terus hidup dalam kerendahan hati dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Di tengah dunia yang semakin mengedepankan prestise dan pencapaian pribadi, pesan Injil Matius 11:25–27 mengajak umat untuk kembali menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Dengan hati yang sederhana, penuh syukur, dan terbuka terhadap kehendak-Nya, setiap orang dipanggil menjadi pribadi yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan damai bagi sesama.

Melalui pesan ini, Pastor Pius Heljanan, MSC mengajak seluruh umat untuk terus memelihara kerendahan hati, sebab di sanalah Tuhan berkenan menyatakan kasih, hikmat, dan penyertaan-Nya bagi setiap orang yang percaya dan mengandalkan-Nya.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *