Uncategorized

Pastor Pius Heljanan, MSC: Datanglah Saat Beban Hidup Terasa Berat

×

Pastor Pius Heljanan, MSC: Datanglah Saat Beban Hidup Terasa Berat

Sebarkan artikel ini

www.porosmetro.com⁠ | Lauran, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat, 17 Juli 2026 – Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai persoalan, tekanan, dan pergumulan.

Beban pekerjaan, kegagalan, sakit, kehilangan orang yang dikasihi, hingga rasa kecewa sering kali membuat seseorang merasa lemah dan kehilangan harapan.

Namun, di tengah situasi seperti itu, Yesus Kristus mengundang setiap orang untuk datang kepada-Nya, bukan ketika hidup telah sempurna, melainkan saat hati sedang terluka dan memikul beban yang berat.

Pesan pengharapan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dalam renungan yang bersumber dari Injil Matius 11:28–30. “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang berbeban berat.”

Ajakan Yesus itu, menurut Pastor Pius, merupakan panggilan kasih yang terbuka bagi setiap orang tanpa memandang latar belakang maupun kondisi kehidupannya.

Yesus Menanti dalam Segala Keadaan
Pastor Pius menjelaskan bahwa Yesus tidak pernah menuntut manusia menjadi sempurna sebelum datang kepada-Nya. Sebaliknya, Tuhan justru membuka tangan-Nya bagi mereka yang sedang bergumul, jatuh dalam dosa, mengalami kelelahan, sakit, kegagalan, kehilangan, maupun berbagai persoalan hidup lainnya.

“Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya dalam segala kondisi hidup. Yesus tidak menunggu kita sempurna untuk datang kepada-Nya, tetapi dalam kondisi berdosa, letih, bergumul, sakit, terpuruk, gagal, kecewa, kehilangan, dan lain-lain,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.

Menurutnya, kasih Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan manusia. Justru ketika seseorang merasa paling lemah, saat itulah Tuhan hadir menawarkan kekuatan dan penghiburan.

Kelegaan dan Damai yang Sejati
Lebih lanjut, Pastor Pius mengatakan bahwa Yesus adalah pribadi yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Ia senantiasa menantikan setiap orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang percaya dan berserah.

Bagi mereka yang memilih bersandar kepada Tuhan, Yesus menjanjikan kelegaan dan damai sejahtera yang tidak bersifat sementara, melainkan mampu menguatkan hati dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.

“Dia hanya butuh dari kita percaya dan bersandar penuh pada-Nya. Dia akan memberikan kelegaan dan kedamaian sejati, bukan sementara,” tuturnya.

Kasih yang Tidak Menghakimi
Dalam renungannya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa Yesus tidak datang untuk menghakimi ataupun menyalahkan manusia atas kelemahan dan kegagalannya. Sebaliknya, Tuhan menerima setiap orang dengan kasih yang memulihkan dan menguatkan.

Kasih Kristus menjadi pelukan yang menghadirkan harapan baru bagi mereka yang merasa tidak sanggup lagi memikul beban kehidupan seorang diri.

“Yesus sungguh mengasihi kita; bila datang kepada-Nya, Dia tidak menghakimi atau mempersalahkan kita, tetapi akan memeluk dan meringankan beban hidup kita,” tegas Pastor Pius.

Jangan Menjauh dari Yesus
Di akhir renungannya, Pastor Pius mengajak umat untuk tidak melarikan diri dari Tuhan ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya, setiap persoalan hendaknya menjadi kesempatan untuk semakin mendekat kepada Yesus yang senantiasa menanti dengan tangan terbuka.

“Jangan melarikan diri meninggalkan Yesus. Saat ini Yesus menunggumu,” pungkas Pastor Pius.

Melalui pesan Injil Matius 11:28–30, Pastor Pius Heljanan, MSC mengajak umat beriman untuk membangun kepercayaan yang teguh kepada Kristus. Sebab, hanya di dalam Dia setiap beban memperoleh kelegaan, setiap luka menemukan penghiburan, dan setiap hati yang gelisah mengalami damai yang sejati.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *