Uncategorized

Pastor Pius Heljanan, MSC Mengajak Umat Tetap Setia Berbuat Baik di Tengah Penolakan

×

Pastor Pius Heljanan, MSC Mengajak Umat Tetap Setia Berbuat Baik di Tengah Penolakan

Sebarkan artikel ini

Pastor Pius Heljanan, MSC: Setia Berbuat Baik di Tengah Penolakan Sesama

www.porosmetro.com | Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Sabtu, 18 Juli 2026
Meneladani Yesus yang Tetap Mengasihi di Tengah Penolakan
Di tengah kehidupan yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, penolakan, bahkan kebencian, umat Kristiani diajak untuk tetap teguh berjalan di jalan kebenaran. Pesan itulah yang disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, dalam permenungan Injil Matius 12:14-21.

Pastor Pius mengajak umat agar tidak gentar menghadapi berbagai bentuk penolakan ketika memilih hidup dalam kebenaran dan melakukan kebaikan. Menurutnya, pengalaman tersebut telah lebih dahulu dialami oleh Yesus Kristus sendiri.

Penolakan Bukan Akhir dari Perjuangan Kebenaran
Dalam refleksinya, Pastor Pius menjelaskan bahwa Yesus hadir di tengah umat untuk mengajarkan kebenaran serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata. Namun, kehadiran-Nya justru memunculkan penolakan dari kelompok Farisi yang merasa terusik oleh pengaruh Yesus.

Ia menuturkan bahwa rasa iri dan kebencian membuat kaum Farisi bersekongkol untuk menyingkirkan Yesus.

Popularitas yang sebelumnya mereka nikmati mulai beralih kepada Sang Guru dari Nazaret karena masyarakat melihat kasih, kepedulian, dan keberpihakan Yesus kepada mereka yang lemah dan tersisihkan.

“Orang-orang Farisi bersekongkol membunuh Yesus. Yesus yang hadir mengajarkan kebenaran dan berbuat baik, tetapi ditolak kaum Farisi. Mereka iri dan benci karena Yesus hadir mengganggu kemapanan dan kenyamanan mereka,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.

Tetap Berbuat Baik Meski Menghadapi Tantangan
Pastor Pius menegaskan bahwa panggilan setiap orang beriman adalah tetap setia mengajarkan yang benar dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Jalan tersebut tidak selalu mudah karena selalu ada pihak-pihak yang merasa terganggu oleh kehadiran orang yang hidup dalam kebenaran.

Menurutnya, mereka yang menolak sering kali merasa terancam oleh perkataan maupun tindakan yang mencerminkan nilai-nilai kasih dan kejujuran.

“Kita dipanggil untuk setia mengajarkan hal yang benar dan berbuat baik. Pasti banyak ‘Farisi’ di sekitar kita yang menolak dan berbuat jahat kepada kita. Mereka merasa terancam dengan kata dan perbuatan baik kita,” tutur Pastor Pius.

Percaya pada Pertolongan Tuhan
Mengakhiri renungannya, Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak menyerah ketika menghadapi penolakan maupun perlakuan yang tidak adil. Ia mengajak setiap orang untuk tetap berjalan bersama Tuhan, sebab Tuhan sendiri tidak pernah meninggalkan mereka yang setia melakukan kehendak-Nya.

“Jangan menyerah dan jangan takut. Tetaplah mengikuti jalan Tuhan. Yesus sendiri akan menolongmu,” pesan Pastor Pius Heljanan, MSC, menutup permenungan yang bersumber dari Injil Matius 12:14-21.

Permenungan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu diterima dengan tangan terbuka. Namun, sebagaimana diteladankan Yesus Kristus, kasih, kepedulian, dan kesetiaan pada kebenaran tetap harus menjadi pilihan hidup setiap orang beriman, sekalipun harus menghadapi penolakan dari sesama.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *