Uncategorized

Jangan Jadi Sandungan bagi Sesama Menuju Tuhan

×

Jangan Jadi Sandungan bagi Sesama Menuju Tuhan

Sebarkan artikel ini

porosmetro.com | Lauran, Kepulauan Tanimbar, Maluku – Sabtu, 15 Agustus 2026
Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, mengajak umat untuk tidak menjadi penghalang bagi sesama yang ingin datang dan kembali kepada Tuhan.

Pesan tersebut disampaikan dalam refleksinya berdasarkan Injil Matius 19:13-15. “Biarkan anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.”

Menurut Pastor Pius, sabda Yesus tersebut mengingatkan orang tua akan tanggung jawab utama untuk mengantar anak-anak kepada Tuhan.

Kesibukan dalam urusan dunia tidak boleh membuat kehidupan rohani dan iman anak diabaikan. “Panggilan utama orang tua, mengantar anaknya pada Tuhan. Nyatanya, ada orang tua yang sangat sibuk dengan urusan dunia, sehingga hidup rohani dan iman anak diabaikan.”

Selain kepada anak-anak, panggilan tersebut juga berlaku dalam kehidupan bersama. Setiap orang beriman dipanggil untuk membantu sesama yang telah jauh meninggalkan Tuhan agar berani kembali kepada-Nya.

“Kita juga dipanggil sebagai orang beriman, mengantar sesama yang telah jauh meninggalkan Tuhan kembali kepada-Nya.”

Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak menjadikan diri sebagai sandungan bagi orang lain yang ingin bertemu Tuhan. Manusia tidak memiliki kewenangan untuk menghakimi mereka yang datang dengan segala kelemahan dan masa lalunya.

“Jangan jadikan diri kita sebagai sandungan bagi sesama bertemu Tuhan. Diri kita bukan wasit yang meniup peluit penghakiman pada sesama yang mau datang pada Tuhan.”

Ia juga menegaskan bahwa Tuhan tidak menunggu manusia yang sempurna untuk datang kepada-Nya, melainkan menerima mereka yang rapuh dan lemah, tetapi tetap setia dalam iman.

“Tuhan tidak menunggu dan mencari orang sempurna untuk datang kepada-Nya, tetapi orang rapuh, lemah namun setia beriman kepada-Nya.”

Karena itu, kehidupan beriman hendaknya tidak digunakan untuk merasa lebih hebat atau lebih benar daripada orang lain. Sebaliknya, umat dipanggil menjadi jalan yang membantu sesama semakin dekat kepada Tuhan.

“Surga bukan tempat orang ‘hebat’, tetapi untuk orang yang paling mengimani Tuhan.”
Sumber: Pastor Pius Heljanan, MSC
Editor: Johanis Kopong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *