Karang Intan, Porosmetro.com –
Membuka kesempatan belajar bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menyelenggarakan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Sebanyak 16 warga binaan mengikuti proses pembelajaran dengan bimbingan petugas Lapas yang berperan sebagai tutor atau pengajar perpanjangan tangan dari PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Senin (13/07/2026).
Pelaksanaan program pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan belajar ini, warga binaan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan potensi diri, serta melanjutkan pendidikan sebagai bekal positif sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Program Pendidikan Kesetaraan Paket C tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan kreativitas, dan pengembangan wawasan warga binaan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran berlangsung secara tertib dengan menghadirkan beberapa mata pelajaran yang disampaikan oleh tutor dari petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
Pada kegiatan pembelajaran tersebut, warga binaan menerima materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang disampaikan oleh Abdillah Ridha Setiawan, materi Seni Budaya oleh Nurbaiti, serta materi Muatan Lokal oleh Rahmat Fahroni. Ketiga mata pelajaran tersebut diberikan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir, serta mendorong warga binaan mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang aktif dan bermanfaat.
Sebagai tutor mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Abdillah Ridha Setiawan menyampaikan bahwa pembelajaran IPA menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga melatih pola pikir dan rasa ingin tahu peserta didik.
“Melalui mata pelajaran IPA, kami memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai konsep-konsep ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir logis, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” ujar Abdillah.
Sementara itu, tutor mata pelajaran Seni Budaya, Nurbaiti, menjelaskan bahwa pembelajaran seni memiliki peran dalam mengembangkan kreativitas dan membangun kepercayaan diri warga binaan.
Melalui materi yang diberikan, warga binaan diarahkan untuk memahami nilai seni dan budaya sekaligus menyalurkan kreativitas melalui kegiatan yang positif.
“Pembelajaran Seni Budaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengenal nilai seni, budaya, dan kreativitas. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga belajar menghargai proses, melatih kesabaran, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghasilkan sesuatu yang positif,” ungkap Nurbaiti.
Pada mata pelajaran Muatan Lokal, Rahmat Fahroni memberikan pembelajaran mengenai wawasan yang berkaitan dengan lingkungan, budaya, dan potensi daerah. Ia menyampaikan bahwa materi tersebut menjadi bagian penting untuk mengenalkan warga binaan terhadap nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
“Melalui pembelajaran Muatan Lokal, warga binaan diajak mengenal potensi daerah, nilai budaya, serta lingkungan sekitar. Harapannya, materi yang diberikan dapat menambah wawasan dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan maupun budaya yang ada di masyarakat,” jelas Rahmat.
Salah satu warga binaan berinisial HD menyampaikan bahwa Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, setiap mata pelajaran yang diberikan memberikan pengetahuan baru dan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Saya bersyukur dapat mengikuti Program Paket C ini karena memberikan kesempatan bagi kami untuk kembali belajar. Melalui pelajaran IPA, kami mendapatkan pengetahuan tentang ilmu dan lingkungan. Dari Seni Budaya, kami belajar mengembangkan kreativitas, sedangkan Muatan Lokal memberikan pemahaman tentang lingkungan dan budaya sekitar. Kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar HD.
Hal senada disampaikan warga binaan berinisial AP yang menilai Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memberikan manfaat positif selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, kesempatan belajar yang diberikan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Program Paket C ini. Kegiatan pembelajaran yang diberikan sangat bermanfaat karena membantu kami menambah pengetahuan, mengembangkan diri, dan memberikan semangat untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” ungkap AP.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan sesuai dengan ketentuan serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Melalui pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas diri warga binaan.
Pendidikan menjadi salah satu upaya untuk membuka kesempatan perubahan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik sebelum kembali ke tengah masyarakat. (nta).












