Karang Intan, Porosmetro.com –
Program pembinaan pendidikan tinggi terus memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengawal pelaksanaan hari ketiga sekaligus hari terakhir Ujian Akhir Semester (UAS) Program Studi S1 Kewirausahaan, Selasa (21/07/2026).
Pelaksanaan UAS diikuti warga binaan peserta Program Studi S1 Kewirausahaan dengan suasana tertib dan penuh kesungguhan. Pada hari terakhir ujian, peserta mengikuti evaluasi untuk tiga mata kuliah, yaitu Mindset Kewirausahaan dan Kepemimpinan, Pengantar Kewirausahaan, serta Manajemen Bisnis Dasar. Seluruh rangkaian ujian berlangsung di ruang belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dengan pendampingan dan pengawasan petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).
Program pendidikan tinggi yang bekerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengembangkan potensi diri. Melalui pembelajaran kewirausahaan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pola pikir seorang wirausahawan, kepemimpinan, serta dasar-dasar pengelolaan bisnis yang dapat menjadi bekal dalam membangun kemandirian.
Materi yang diujikan pada hari terakhir UAS memiliki keterkaitan dengan pengembangan kemampuan diri dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Pemahaman mengenai kewirausahaan diharapkan mampu mendorong warga binaan untuk memiliki pola pikir produktif, kreatif, serta mampu melihat peluang positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Petugas Seksi Bimkemaswat Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ardian, menyampaikan bahwa pelaksanaan program pendidikan tinggi menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan dampak positif bagi perkembangan warga binaan.
“Kami terus mendukung warga binaan untuk mengikuti seluruh rangkaian pendidikan hingga selesai. Melalui Program Studi S1 Kewirausahaan bersama Universitas PGRI Kalimantan, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga membangun pola pikir yang lebih positif, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan kemampuan untuk menjadi pribadi yang mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ardian.
Menurut Ardian, keberhasilan warga binaan menyelesaikan rangkaian UAS menunjukkan adanya semangat dan kesungguhan dalam memanfaatkan kesempatan pembinaan yang diberikan.
“Pendidikan menjadi salah satu sarana perubahan. Ketika warga binaan memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan diri, hal tersebut menjadi langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Salah satu peserta Program Studi S1 Kewirausahaan, warga binaan berinisial ET, mengungkapkan rasa syukur karena dapat mengikuti seluruh rangkaian perkuliahan hingga menyelesaikan UAS.
“Saya bersyukur dapat mengikuti program perkuliahan ini sampai selesai melaksanakan UAS. Banyak ilmu yang saya dapatkan, terutama tentang cara berpikir sebagai seorang wirausahawan, kepemimpinan, dan dasar mengelola usaha. Ilmu tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ungkap ET.
ET menilai kesempatan mengikuti pendidikan tinggi di dalam Lapas memberikan pengalaman berharga karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun semangat untuk terus berkembang.
Pelaksanaan Ujian Akhir Semester hari ketiga berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Pendampingan yang dilakukan petugas Seksi Bimkemaswat memastikan seluruh proses ujian berlangsung sesuai ketentuan serta memberikan suasana belajar yang nyaman bagi peserta.
Melalui kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus membuka akses pendidikan bagi warga binaan sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan. Pendidikan tinggi menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kapasitas diri warga binaan agar memiliki kompetensi, kemandirian, serta kesiapan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Dengan menghadirkan program pembinaan berbasis pendidikan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan perubahan menuju kehidupan yang lebih produktif. (nta).












