Berita

Tingkatkan Kompetensi Petugas, Lapas Narkotika Karang Intan Adakan Pelatihan Service Excellent dengan BRI

×

Tingkatkan Kompetensi Petugas, Lapas Narkotika Karang Intan Adakan Pelatihan Service Excellent dengan BRI

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Porosmetro.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai upaya pengembangan kompetensi petugas. Salah satunya, Lapas Narkotika Karang Intan menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menyelenggarakan Pelatihan Service Excellent (Pelayanan Prima) bagi seluruh petugas pelayanan guna mewujudkan layanan yang profesional, ramah, serta cepat dan tepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, Jumat (12/06/2026).

Bertempat di Aula Lapas Narkotika Karang Intan, kegiatan ini diikuti oleh petugas yang terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat, mulai dari layanan kunjungan, informasi, pengaduan, hingga berbagai layanan administrasi pemasyarakatan. Pelatihan menghadirkan Muhammad Ardhiannor, Service and Operation Team BRI, yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna layanan.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan untuk terus meningkatkan kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan humanis kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, petugas dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun pengalaman pelayanan yang positif sehingga masyarakat dapat merasakan layanan yang berkualitas saat berinteraksi dengan petugas.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa pelayanan prima bukan sekadar memenuhi kebutuhan pengguna layanan, tetapi juga menciptakan rasa nyaman, aman, dan kepuasan melalui sikap profesional serta komunikasi yang efektif. Materi yang disampaikan meliputi teknik penyambutan pengunjung, etika komunikasi, penampilan profesional, kemampuan memahami kebutuhan pengguna layanan, hingga strategi penanganan keluhan dengan mengedepankan empati dan solusi.

Tidak berhenti pada teori, pelatihan juga dirancang secara interaktif melalui simulasi dan praktik langsung. Para petugas diberikan kesempatan untuk memerankan berbagai situasi pelayanan yang kerap ditemui dalam tugas sehari-hari, mulai dari menerima tamu, memberikan informasi, hingga merespons pertanyaan maupun keluhan masyarakat. Metode ini memungkinkan peserta memahami penerapan pelayanan prima secara nyata dan siap mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa kualitas pelayanan menjadi salah satu wajah utama instansi di mata masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas petugas harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan semakin profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Pelayanan merupakan garda terdepan yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kemampuan, sikap, dan standar pelayanan yang baik sehingga masyarakat memperoleh layanan yang cepat, ramah, profesional, dan memberikan pengalaman yang positif. Kami berharap budaya pelayanan prima dapat menjadi karakter yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan,” ujar Yugo Indra Wicaksi.

Sementara itu, narasumber dari Bank BRI, Muhammad Ardhiannor, menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya berbicara tentang prosedur, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan yang baik dengan pengguna layanan melalui sikap yang tulus dan responsif.

“Service excellent adalah kemampuan memberikan pelayanan terbaik yang melampaui harapan pengguna layanan. Kunci utamanya terletak pada komunikasi yang efektif, empati, ketulusan dalam melayani, serta kemampuan memberikan solusi atas setiap kebutuhan maupun keluhan yang disampaikan masyarakat. Melalui praktik langsung yang dilakukan hari ini, kami berharap petugas dapat lebih percaya diri dan mampu menghadirkan pelayanan yang berkesan bagi setiap pengunjung,” jelas Muhammad Ardhiannor.

Melalui sinergi dengan Bank BRI ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berharap tercipta budaya kerja yang semakin berorientasi pada pelayanan publik sehingga masyarakat dapat merasakan layanan yang lebih baik, nyaman, dan humanis sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Pemasyarakatan yang bermanfaat untuk Masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *