Karang Intan, Porosmetro.com –
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, meninjau langsung perpustakaan sebagai ruang belajar warga binaan yang mendukung penguatan budaya literasi dan pembinaan kepribadian. Melalui pemantauan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendorong warga binaan untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan diri melalui kebiasaan membaca, Jumat (14/08/2026).
Yugo meninjau kondisi ruang perpustakaan, koleksi buku, serta aktivitas warga binaan yang sedang membaca dan memanfaatkan berbagai bahan bacaan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berdialog dengan warga binaan mengenai minat baca, jenis buku yang paling banyak diminati, serta manfaat yang mereka rasakan dari keberadaan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran.
Perpustakaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menyediakan beragam koleksi buku, mulai dari pengetahuan umum, keagamaan, motivasi, keterampilan, hingga pengembangan diri. Fasilitas tersebut menjadi salah satu media pembinaan yang mendorong warga binaan mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif sekaligus memperluas wawasan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan membangun harapan. Kami ingin warga binaan memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal agar mereka memiliki bekal pengetahuan, pola pikir yang lebih baik, dan kesiapan yang lebih kuat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yugo.
Ia menambahkan bahwa budaya literasi merupakan bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Melalui kebiasaan membaca, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir, memperluas perspektif, serta menumbuhkan motivasi untuk terus berkembang selama mengikuti program pembinaan di Lapas.
Salah seorang warga binaan berinisial AS mengaku senang dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang tersedia. Menurutnya, membaca menjadi kegiatan yang memberikan semangat baru sekaligus menambah pengetahuan selama menjalani masa pembinaan.
“Saya merasa lebih termotivasi sejak rutin datang ke perpustakaan. Buku-buku yang tersedia memberikan banyak pelajaran dan membuat saya ingin terus belajar agar memiliki bekal yang lebih baik ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap AS.
Melalui pemantauan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak melalui pengembangan budaya literasi. Perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang mampu membentuk warga binaan yang lebih berpengetahuan, berkarakter, dan siap berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana. (nta).












