Karang Intan, Porosmetro.com –
Memeriahkan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar Pekan Olahraga yang melibatkan pegawai dan warga binaan, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini dibuka secara simbolis dengan pelepasan burung merpati, sebagai lambang kebebasan, harapan, dan semangat baru bagi seluruh peserta.
Pekan olahraga yang berlangsung mulai 8 hingga 17 April 2026 ini menghadirkan berbagai perlombaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan. Di antaranya lomba voli, futsal, balap karung, lomba kelereng, serta berbagai permainan rekreatif lainnya yang sarat nilai sportivitas dan kekompakan.
Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para peserta yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan positif bagi warga binaan dalam menyalurkan energi serta membangun karakter disiplin dan kerja sama tim.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan produktif.
“Pekan olahraga ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Kami ingin menghadirkan suasana yang positif, membangun semangat sportivitas, serta memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkembang secara fisik dan mental,” ungkap Yugo.
Sementara itu, Ketua Tim Penanggung Jawab kegiatan yang juga menjabat sebagai Kasi Kegiatan Kerja, Indra Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang untuk memberikan manfaat optimal bagi peserta.
“Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Melalui perlombaan ini, warga binaan dilatih untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, kerja sama, dan disiplin, yang menjadi bekal penting dalam proses pembinaan mereka,” jelas Indra.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan kepribadian dan kebugaran warga binaan. Diharapkan, semangat kebersamaan dan nilai positif yang tercipta dapat terus terjaga, serta memberikan dampak baik bagi proses reintegrasi sosial di masa mendatang. (ism).









