Uncategorized

Bertobat, Jalan Membuka Hati bagi Anugerah Tuhan

×

Bertobat, Jalan Membuka Hati bagi Anugerah Tuhan

Sebarkan artikel ini

www.porosmetro.com | Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Selasa, 14 Juli 2026 – www.porosmetro.com – Pertobatan bukan sekadar perubahan sikap sesaat karena mengalami peristiwa luar biasa atau mukjizat. Lebih dari itu, pertobatan merupakan keputusan batin untuk membuka hati, mendengarkan kehendak Tuhan, serta menyerahkan seluruh perjalanan hidup kepada penyelenggaraan-Nya.

Pesan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dalam wawancara yang berlangsung di Desa Lauran, Selasa (14/7/2026).

Dalam renungannya yang mengacu pada Injil Matius 11:20–24, Pastor Pius mengingatkan umat akan sabda Yesus kepada tiga kota, yakni Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum. Ketiga kota tersebut telah menyaksikan berbagai mukjizat yang dilakukan Yesus, namun tetap tidak membuka hati untuk percaya dan bertobat.

Akibatnya, damai, sukacita, dan keselamatan menjadi tertutup bagi mereka.
“Celakalah engkau, Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Mereka telah melihat mujizat, tetapi tidak percaya dan tidak bertobat. Damai, sukacita dan keselamatan tertutup bagi mereka,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC.

Menurut Pastor Pius, pertobatan sejati berarti membuka hati untuk mendengarkan suara Tuhan, membiarkan Tuhan menuntun jalan kehidupan, serta setia melaksanakan kehendak-Nya dalam setiap langkah hidup. Setiap orang dipanggil untuk hidup layak di hadapan Tuhan, dan pertobatan menjadi pintu masuk menuju kehidupan yang penuh rahmat.

“Bertobat berarti membuka hati mendengarkan Tuhan, membiarkan Tuhan menuntun jalan hidup dan setia melakukan kehendak-Nya. Kita dipanggil untuk hidup pantas bersama Tuhan. Pertobatan adalah pintu masuknya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pertobatan tidak boleh lahir semata-mata karena seseorang mengalami mukjizat.

Sebaliknya, setiap orang hendaknya senantiasa bersyukur atas kehidupan dan segala anugerah yang telah Tuhan berikan, sembari terus memperbaiki diri dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya.

“Jangan bertobat karena mengalami mujizat, tetapi selalu bersyukur atas hidup dan setiap anugerah yang telah Tuhan berikan,” katanya.

Mengakhiri renungannya, Pastor Pius mengajak umat untuk mengambil pilihan hidup yang benar dengan membuka hati, mengakui dosa, serta membangun relasi yang semakin dekat dengan Tuhan agar layak menerima keselamatan yang dijanjikan-Nya.

“Buatlah pilihan yang benar dalam hidup, yakni membuka hati dan mengakui dosa supaya pantas menerima keselamatan dari Tuhan,” tutup Pastor Pius Heljanan, MSC.(rls:jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *