Tangerang, Poros Metro, –
Sebagai langkah strategis menguatkan sektor hilir kelautan dan perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melaksanakan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi dasar penyusunan program kerja pengembangan produk yang lebih maju di tahun mendatang.

Rombongan studi tiru dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, M.T., didampingi Sekretaris Dinas, Agustian, serta jajaran pejabat dan staf teknis terkait. Kedatangan rombongan disambut baik oleh kepala balai beserta tim teknis BBP3KP Jakarta yang siap berbagi pengalaman dan keahlian.
Selama berada di lokasi, kedua belah pihak mengadakan pertemuan dan diskusi teknis yang mendalam mengenai penerapan teknologi pengolahan hasil tangkapan laut. Selain sesi pemaparan materi, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas laboratorium dan tempat uji coba pengolahan yang tersedia di balai tersebut.

Kabupaten Tangerang sebenarnya memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar untuk dikembangkan. Wilayah ini memiliki garis pantai sepanjang 42 kilometer dengan sumber daya hayati yang melimpah, serta didukung oleh lebih dari 8.200 nelayan aktif yang menggantungkan hidup dari sektor ini.
Meski potensi alamnya besar, hingga saat ini sebagian besar hasil tangkapan nelayan maupun hasil budidaya masih banyak dijual dalam kondisi segar atau sebagai bahan baku mentah. Akibatnya, nilai jual produk perikanan menjadi rendah dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi masyarakat pesisir.

Menyadari hal tersebut, kunjungan studi tiru ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya dengan kemampuan pengolahan yang ada. Tujuannya agar program kerja tahun 2027 nanti benar‑benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami ingin memastikan program tahun 2027 disusun berbasis kebutuhan riil masyarakat dan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Fokus utama kami adalah meningkatkan nilai tambah dari setiap produk hasil perikanan yang dihasilkan masyarakat pesisir,” ungkap Rudi Hartono saat memberikan sambutan.

Melalui kerjasama dan pendampingan dari BBP3KP Jakarta, nantinya akan diterapkan berbagai teknologi pengolahan tepat guna. Beberapa jenis teknologi yang dipelajari meliputi sistem pengasapan ikan yang lebih modern, pembuatan produk olahan seperti nugget ikan, hingga produksi surimi berkualitas standar.
Dengan adanya teknologi tersebut, komoditas perikanan dari wilayah pesisir Tangerang tidak lagi hanya dijual mentah. Produk‑produk ini diharapkan dapat naik kelas menjadi barang jadi atau setengah jadi yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dan daya simpan lebih lama.
Penerapan teknologi pengolahan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kelautan. Hal ini akan membantu memperluas jangkauan pasar produk lokal hingga ke luar daerah maupun ke pasar yang lebih luas.
Secara keseluruhan, langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk memperkuat roda perekonomian di wilayah pesisir. Semua upaya tersebut pada akhirnya ditujukan demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para nelayan serta pelaku usaha perikanan di Kabupaten Tangerang.
“Kegiatan ini menjadi pondasi kuat bagi pengembangan sektor perikanan ke depan. Kami berharap ilmu yang didapat dapat segera diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkas Rudi Hartono menutup pertemuan.
(ADV)











