http://porosmetro.com | Ambon – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Ambon kembali menerima kunjungan akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti), Jumat (26/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan gelombang ketiga setelah sebelumnya mahasiswa dari fakultas yang sama melaksanakan kegiatan serupa di Kantor Pertanahan Kota Ambon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kantor Pertanahan Kota Ambon dalam memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi melalui pemberian edukasi dan wawasan mengenai bidang pertanahan, sekaligus memperkenalkan peran strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi Kantor Pertanahan Kota Ambon, mulai dari penyelenggaraan administrasi pertanahan, pelayanan pertanahan kepada masyarakat, hingga berbagai program strategis yang dijalankan Kementerian ATR/BPN.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola pertanahan di Indonesia, sekaligus mengetahui mekanisme pelayanan publik yang diterapkan oleh Kantor Pertanahan dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kunjungan akademik tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara dunia pendidikan dengan instansi pemerintah, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memahami isu-isu agraria dan pertanahan secara lebih mendalam.
Kantor Pertanahan Kota Ambon terus berkomitmen membuka ruang edukasi bagi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi pertanahan dan memperkuat pemahaman publik terhadap pentingnya kepastian hukum atas tanah serta pelayanan pertanahan yang berkualitas.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, sehingga tercipta generasi muda yang memiliki wawasan luas mengenai tata kelola pertanahan dan pelayanan publik di Indonesia.(rls:tomy/jk)












