Uncategorized

Doa dan Kasih di Kaki Santo Yudas Tadeus, Refleksi Anak SMP di Tengah Kerinduan kepada Orang Tua

×

Doa dan Kasih di Kaki Santo Yudas Tadeus, Refleksi Anak SMP di Tengah Kerinduan kepada Orang Tua

Sebarkan artikel ini

https://porosmetro.com | Saumlaki, Kamis, 21 Agustus 2026 – Seorang anak Sekolah Menengah Pertama dapat menemukan kekuatan besar melalui doa ketika harus menjalani kehidupan jauh dari kedua orang tuanya.

Pengalaman tersebut dirasakan Santa Fabumase, siswi Kelas VII SMP Santo Paulus Saumlaki, yang mengungkapkan makna doa, kerinduan kepada orang tua, serta kasih yang diterimanya dalam perjalanan iman bersama Rukun Santa Ana.

Santa menyampaikan refleksi tersebut ketika mendapat kesempatan menjalankan tugas sebagai Lektor dalam Misa Kudus pada hari ke-8 Doa Novena Santo Yudas Tadeus, bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Pius X serta rangkaian menyongsong 100 Tahun Yubileum kehadiran empat Suster PBHK di bumi Tanimbar.

Dalam refleksinya, Santa mengaku bersyukur dan terharu karena dapat mengambil bagian dalam pelayanan gereja. Bagi dirinya, doa novena bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan ruang untuk menemukan ketenangan sekaligus menyampaikan kerinduan dan harapan kepada Tuhan.

“Bagi saya, seorang anak SMP kelas VII, Doa Novena Santo Yudas Tadeus bukan sekadar rutinitas atau doa yang dihafal. Doa ini adalah kekuatan dan tempat saya mengadu. Setiap kali saya berdoakan novena ini, saya merasakan kedamaian yang luar biasa di dalam hati,” ungkap Santa.

Doa di Tengah Kerinduan kepada Orang Tua
Kerinduan menjadi bagian dari keseharian Santa karena kedua orang tuanya saat ini bekerja di Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara. Sementara itu, Santa tinggal di Saumlaki bersama Oma yang setia mendampingi dan merawatnya.

Dalam kondisi tersebut, Santa menjadikan Doa Novena Santo Yudas Tadeus sebagai kekuatan batin untuk tetap menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan.

“Santo Yudas Tadeus, sang pelindung dalam perkara-perkara yang sulit, menguatkan saya saat merasa rindu dan kesepian,” katanya.

Santa juga mengungkapkan bahwa doa menjadi sarana untuk menitipkan kedua orang tuanya kepada Tuhan agar senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan berkat dalam pekerjaan mereka di Tual.

“Walaupun saya harus tinggal terpisah dari orang tua dan berada di rumah bersama Oma, Doa Novena ini selalu menyatukan batin kami. Lewat doa ini, saya menitipkan Bapa dan Mama kepada Tuhan dan Santo Yudas Tadeus agar mereka selalu sehat, dilindungi, dan diberkati dalam setiap pekerjaan mereka di Tual,” tutur Santa.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena masih mendapatkan kasih dan pendampingan dari sang Oma selama menjalani kehidupan sehari-hari di Saumlaki.

“Saya juga sangat bersyukur kepada Tuhan karena memberikan Oma yang begitu setia mendampingi dan merawat saya di Saumlaki,” ujarnya.

Kasih yang Menjadi Penyemangat
Dalam kesempatan tersebut, Santa secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada RD Ponsianus Ongirwalu atau Pastor Ponsio, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ucapan terima kasih itu disampaikan atas perhatian, apresiasi, serta bantuan yang diterimanya berupa uang transportasi dan jajan sekolah.

“Secara khusus, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada Pastor Ponsio. Terima kasih banyak, Pastor, atas apresiasi, perhatian, serta bantuan uang transportasi dan jajan sekolah yang Pastor berikan kepada saya hari ini,” kata Santa.

Menurut Santa, perhatian tersebut tidak semata-mata dilihat sebagai bantuan materi. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai bentuk kasih dan dorongan untuk terus bertumbuh dalam iman, pendidikan, serta pelayanan di gereja.

“Pemberian Pastor bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi menjadi wujud kasih, wujud penyemangat, dan berkah nyata yang membuat saya semakin bersemangat untuk rajin berdoa, bersekolah, dan melayani Tuhan di gereja,” ungkapnya.

Menguatkan Iman Generasi Muda
Santa juga menyampaikan apresiasi kepada Rukun Santa Ana yang telah memberikan kepercayaan sekaligus mempersiapkan dirinya untuk menjalankan tugas sebagai Lektor dalam Misa Kudus.

Ia berharap momentum 100 Tahun Yubileum kehadiran Suster PBHK di Tanimbar tidak hanya menjadi peristiwa peringatan, tetapi juga semakin memperkuat kehidupan iman umat, khususnya generasi muda.

“Terima kasih juga saya sampaikan kepada Rukun Santa Ana yang telah mempercayakan dan mempersiapkan saya untuk tugas Lektor ini. Semoga Yubileum 100 Tahun Suster PBHK di Tanimbar ini semakin mempertebal iman kita semua, khusus kami anak-anak muda, untuk terus setia berdoa dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup,” tuturnya.

Di akhir refleksinya, Santa menyampaikan doa dan harapan bagi Pastor Ponsio, kedua orang tuanya yang sedang bekerja di Tual, Oma yang mendampinginya di Saumlaki, serta seluruh umat.

“Tuhan Yesus memberkati Pastor Ponsio, orang tua saya di Tual, Oma di rumah, dan kita semua. Santo Yudas Tadeus, doakanlah kami.”

Refleksi tersebut kemudian ditutup dengan ungkapan dalam bahasa daerah Tanimbar: “RATU NORKIT MONUK DEDESAR. UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN. KIDABELA. SALVE…” (Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi: RD Ponsianus Ongirwalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *